Udang vanamei (pannaeus vanameii) diketahui sampai saat ini paling tahan terhadap serangan penyakit. Oleh karena itu, udang jenis ini sudah mulai banyak dibudidayakan khususnya di Indonesia.
Secara fisik udang udang ini hampir seperti udang windu. berat udang vanamei lebih kecil dibandingkan udang windu.
Selain itu, hal yang unik dari udang vanamei adalah pada saat dilakukan pemijahan mata udang vanamei jantan biasanya dipotong satu mata(sebelah) menggunakan gunting yang sudah dipanaskan, agar steril dari kuman. Memang hal ini terdengar mengerikan dan terkesan menyiksa udang tapi tujuan pemotongan mata ini agar si udang jantan hanya akan mengikuti betina sehinggan pemijahan akan berlangsung cepat..
Berbeda dengan Lobster yang meletakkan telur di perut, udang vanamei bertelur seperti ikan, dimana telurnya akan dibuahi diluar tubuh. setelah terjadi pembuahan telur2 tersebtu dipindahkan ke kolam penetasan. Agar penetasan berlangsung secara sempurna, suhu air kolam penetasan dijaga agar konstan.
setelah beberapa hari telur akan menetas. pakan larva berupa artemia atau plankton jenis lainnya.
Tampilkan postingan dengan label Ikan dan Udang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan dan Udang. Tampilkan semua postingan
19 April 2009
08 April 2009
Ikan Manvish (layang-layang)

Ikan manvish adalah salah satu ikan yang termasuk ikan hias. Ikan ini berukuran kecil dan mempuyai sirip yang panjang sama dengan ukuran tubuhnya. Ikan ini memakan kutu air serta cacing2 yang berada di dasar perairan.
ikan ini bersifat agresif saat kawin. Jika akuarium tempat pemijahan diganggu maka ikan manvish jantan akan langsung menyerang. untung ukuran badannya kecil, kalo besar bisa2 putus deh tangan.
ikan ini bisa melakukan pemijahan sekitar 1 kali dalam sebulan, termasuk ikan yg tergolong cepat berkembang biak. tapi dari sekian banyak telur yg dihasilkan biasanya hanya beberapa ekor saja yg bisa bertahan hidup (survive) sampai dewasa. selain itu faktor lain yg mempersulit gagal dalam pemijahan yaitu karena serangan jamur pada telur.
teknik pemijahannya yg biasa dilakukan biasanya secara alami, yakni ikan jantan dan betina di masukkan kedalam akuarium yg sama yg sudah diberi tumbuhan air atau potongan pipa paralon yg dipasang tegak sebagai media penempelan telur.kemudian telur yg dikeluarkan si betina akan di buahi oleh sang jantan.
Setelah telur dibuahi oleh jantan, induk betina di pisahkan dari tempat pemijahan untuk mencegah telur dimakan induknya sendiri. sedangkan jantan dibiarkan menjaga telur2. anakan yg baru menetas biasanya hidup bergerombol dan tidak diberi makan selama beberapa hari sampai cadangan makanan (kuning telur) di perut2 mereka habis.
jika cadangan makanannya habis, pakan yg disarankan adalah kutu air yg disaring. kenapa harus disaring, karena ukuran mulutnya yg msh kecil. kalo kutu air (dapnia) yg diberikan tanpa disaring bisa2 justru mereka jd santapan kutu air. intinya adalah ukuran makanan menentukan jenis pakan yg dikonsumsi.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
